Sabtu, 27 Mei 2023
Content
- Latar Belakang
- Tujuan
- Sasaran
- Pelaksanaan Kegiatan
- Penutup
LATAR BELAKANG
Kanker serviks merupakan salah satu masalah utama kesehatan masyarakat di dunia dengan 231.000 kematian setiap tahun.Lebih dari 80% dari 500.000 kasus baru terdiagnosa kanker serviks pada negara berkembang. Program skrining yang efektif menggunakan papanicolaou tes untuk mendeteksi lesi prekanker telah mengurangi jumlah kasus kanker serviks pada Negara yang telah berkembang akantetapi tidak pada negara yang sedang berkembang. Sensitivitas dan spesifisitas dari Pap smear tergantung pada keterampilan pengamatan untuk mengenal dan mengklasifikasi variasi sel abnormal.
Human Papillomavirus sebagai penyebab kanker serviks telah dibuktikan. Pada penelitian ditemukan Human Papilloma Virus Deoksiribo Nukleic Acid (HPV DNA) pada 99.7% pada semua karsinoma serviks1 dan tipe yang paling sering ditemukan adalah tipe 16, 18, 31 dan 45. Ini telah dibuktikan bawah infeksi oleh Human Papilloma Virus (HPV) resiko tinggi sangat penting dalam perkembangan kanker serviks dan menjadi alasan WHO untuk menetapkan bahwa HPV 16 dan HPV 18 menjadi agen karsinogen pada manusia.
Pada perkembangan kanker serviks perlu dipikirkan banyak faktor dimana HPV merupakan faktor penting. Penyakit hanya dapat berkembang bila adanya infeksi HPV yang persistent pada epitel cerviks. Setiap lesi yang abnormal atau displasia dari serviks menjadi potensial maligna dan akan berkembang menjadi kanker serviks. Epitel serviks yang abnormal dapat dideteksi dengan Pap Smear.
Telah diketahui bahwa peran infeksi HPV pada perkembangkan kanker serviks menginduksi respon humoral terhadap berbagai antigen virus, khususnya terhadap protein kapsid mayor L1.Pemeriksaan HPV menggunakan penanda untuk mendeteksi adanya virus pada lesi di serviks meskipun ini tidak mengindikasi suatu infeksi yang produktif, uji tersebut masih sangat penting dalam pemeriksaan kanker serviks untuk mendeteksi tipe HPV. Lesi klinik dan perubahan sitologi menjadi teknik yang paling sering digunakan untuk mengidentifikasi lesi prakanker, dan beberapa dihubungkan dengan adanya infeksi HPV. Karena alasan tersebut, teknik molekuler dan Pap Smear sebaiknya dilakukan pada wanita dengan resiko terinfeksi HPV dengan tujuan untuk mencegah atau mengontrol perkembangan kanker serviks.
Pengetahuan dibidang Deteksi Dini Ca Serviks Secara Diagnostik Molekuler dianggap sangat perlu. Melihat realitas tersebut, Poltekkes Kemenkes Surabaya Prodi Sarjana Terapan Jurusan Teknologi Laboratorium Medis memandang perlu menyelenggarakan kegiatan kuliah pakar dengan tema Deteksi Dini Ca Serviks Secara Diagnostik Molekuler sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan segenap civitas akademika, khususnya di lingkungan Prodi Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Surabaya di bidang verifikasi dan validasi hasil pemeriksaan laboratorium medi
TUJUAN
Memberikan pengetahuan kepada civitas akademika mengenai pentingnya Deteksi Dini Ca Serviks Secara Diagnostik Molekuler.
SASARAN
Seluruh civitas akademika Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Surabaya
PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan kuliah pakar dilaksanakan secara Daring pada hari Sabtu, 27 Mei 2023. Narasumber dalam kegiatan kuliah pakar dengan tema “Deteksi Dini Ca Serviks Secara Diagnostik Molekuler” ini adalah Ibu Titiek Sulistyowati, dr, M.K.Klin, Sp.MK membahas mengenai Deteksi Ca Serviks dan Bapak Seagames Waluyo, S.ST, M.Si membahas mengenai Diagnostik molekuler Ca Serviks.
Susunan acara kuliah pakar sebagai berikut:
- Pembukaan oleh panitia (MC)
- Pembacaan oleh panitia (MC)
- Sambutan oleh Ketua Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Surabaya
- Pembacaan Do’a
- Acara akan dipandu sepenuhnya oleh Moderator
- Narasumber
- Penutupan
Secara keseluruhan, setiap susunan acara berjalanan dengan lancar, dan tidak ada hambatan berarti yang dialami panitia meskipun acara dilaksanakan secara daring.
PENUTUP
Kuliah pakar dengan tema “Deteksi Dini Ca Serviks Secara Diagnostik Molekuler” Prodi Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Surabaya diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan segenap civitas akademika, khususnya di lingkungan Prodi Sarjana Terapan Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Surabaya di bidang verifikasi dan validasi hasil pemeriksaan laboratorium medis


