{"id":267,"date":"2012-06-06T02:44:26","date_gmt":"2012-06-06T02:44:26","guid":{"rendered":"http:\/\/analis.poltekkes-surabaya.ac.id\/?page_id=267"},"modified":"2021-03-17T09:20:30","modified_gmt":"2021-03-17T02:20:30","slug":"a-profil-akademik","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/analis.poltekkes-surabaya.ac.id\/?page_id=267","title":{"rendered":"Program Studi D3"},"content":{"rendered":"

Sejarah Singkat Tentang Analis Kesehatan <\/strong><\/p>\n

SEJARAH SINGKAT SEKOLAH ANALIS DEPKES SURABAYA
\nAwal dari pemikiran untuk membentuk institusi pendidikan yang mendidik tenaga untuk menghasilkan tenaga Analis adalah timbul dari Indonesia di Jakarta. Gagasan ini kemudian ditanggapi oleh Menteri Kesehatan pada waktu itu dengan mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 4864\/Kab. Tertanggal 6 Maret 1951 tentang pembentukan panitia untuk penyelenggaraan Pendidikan Analis.
\nDi Surabaya pada saat itu sudah ada kursus Analis yang sifatnya masih Non Lembaga, dengan Panitia yang dipimpin oleh Prof. Dr. M. Soetopo akhirnya kursus Analis tersebut dilembagakan dengan nama Pendidikan Analis berstatus Sekolah yang pengesahannya dengan surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 32908\/Pend. Tertanggal 10 Oktober 1951. Tokoh penting yang sangat berperan dalam penyelenggaraan pendidikan Analis pada waktu itu disamping Prof. Dr. M. Soetopo adalah Prof. Dr. G. P. Pyma (alm), Dr. R. Wasito (alm), Dr. J.P. Paris, Bapak R. Soewandi, dan kemudian muncul tokoh-tokoh muda sebagai tenaga pendidik seperti Bapak M. Djoehran (alm), Drh. R. Prajitno, Dr. Sie Hing Toen beserta Ny. Sie, Dr. R. Soeharjono Padmodiwiryo, Dr. R. Henry Pardoko (alm), Drs. H. Mohd. Hasan dan kawan-kawan.<\/p>\n

Kurikulum untuk Pendidikan Analis tersebut baru terbit dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 10241\/Pend. Tertanggal 4 Maret 1952. Di dalam kurikulum tersebut yang pada waktu itu bernama \u201cATURAN ANALIS\u201d antara lain menyebutkan :
\n1.\tTujuan Pendidikan Analis ialah mendidik calon-calon untuk dijadikan tenaga pada Laboratorium Kimia, Bakteriologi, dan Klinis yang kemudian hari :
\na.\tDiberi tugas menyelenggarakan pemeriksaan sehari-hari serta cukup mempunyai pengetahuan teoritis untuk dapat menghadapi dan memecahkan segala kemungkinan dalam pekerjaan.
\nb.\tDapat mempertanggung jawabkan atas hasil pekerjaannya.
\nc.\tMemimpin dan mengawasi pekerjaan serta turut memberi pelajaran pada pegawai \u2013pegawai bawahannya.<\/p>\n

2.\tDasar Pendidikan
\nPendidikan ini bersifat Sekolah yang disesuaikan dengan kebutuhan dan diselenggarakan begitu rupa sehinggatercapai suatu derajat Analis yang mempunyai dasar pengetahuan Kimia dan Bakteriologi yang cukup untuk dengan mudah dapat memperdalam pengetahuannya didalam ilmu-ilmu tersebut.<\/p>\n

3.\tLama Pendidikan
\nLama Pendidikan lama 4 tahun dibagi menjadi 3 tingkatan. Tingkat 1 dan tingkat 2 lama pendidkan masing-masing 1 tahun. Pada akhir tahun ke 2 diuji untuk mandapatkan Ijazah Analis Umum. Tingkat 3 lama pendidikan 2 tahun dengan 2 jurusan, yaitu Jurusan Kimia dan Jurusan Bakteriologi. Pada akhir pendidikan di uji untuk mendapatkan Ijazah Analis Khusus.<\/p>\n

4.\tPenanggung Jawab Pendidikan
\nPenanggung jawab atas penyelenggaraan Pendidikan Analis ditugaskan kepada seorang yang memimpin jalannya Pendidikan dan disebut Pemimpin Pendidikan. Pada kurun waktu tersebut Pemimpin Pendidikan Analis Surabaya dijabat oleh Dr. R. Wasito.<\/p>\n

Penyelenggaraan Pendidikan Analis menggunakan kurikulum dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 10241\/Kab. Berakhir sejak terbitnya Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1549\/Pend. Tanggal 25 Juni 1956 tentang Peraturan Pendidikan Analis. Pada prinsipnya PeraturanPendidikan Analis yangbaru ini hampir sama dengan Peraturan Pendidikan Analis yang lama dengan penambahan mata pelajaran tertentu. Yang mengalami perubahan secara fundamental adalah lama pendidikan. Lama Pendidikan menjadi 3 tahun dibagi menjadi 3 tingkatan. Tingkat 1 lama pendidikan selama 1 tahun. Tingkat 2 dan tingkat 3 masing-masing lama pendidikan 1 tahun dan dibagi menjadi 2 jurusan : Jurusan Kimia dan Jurusan Bakteriologi. Pada akhir pendidikan diuji untuk memperoleh Ijazah Analis Umum. Pada awal tahun 1960 terjadi pergantian Pemimpin Pendidikan Analis, yaitu Dr. R. Wasito digantikan oleh Dr. R. Soeharjono Padmodiwirjo.
\nPenyelanggaraan Pendidikan Analis mengalami perubahan lagi dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 67518\/Pend\/Kab. Tanggal 5 Nopember 1962. Perubahan yang terjadi dengan Penyelenggaraan Pendidikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 67518\/Pend\/Kab. Antara lain adalah sebagai berikut :
\n1.\tNama Pendidikan menjadi Sekolah Pengatur Analis (SPA).
\n2.\tLama Pendidikan : 4 tahun dibagi menjadi 4 tingkatan yang masing-masing tingkatan disebut kelas. Kelas 1 dan Kelas 2 masing-masing lama pendidikan 1 tahun pada akhir tahun ke 2 diadakan ujian untuk memperoleh Ijazah Analis Umum. Kelas 2 dan Kelas 3 lama pendidikan masing-masing 1 tahun dan pada akhir tahun ke 4 diadakan ujian untuk memperoleh Ijazah Sekolah Pengatur Analis Khusus. Mulai tahun ke 2 diadakan penjurusan, yaitu : Jurusan Kimia dan Jurusan Bakteriologi Klinik. Pada bulan Februari 1977 Markas Besar Sekolah Pengatur Analisa di Jalan Raya Dr. Soetomo 34 (saat ini ditempati AXA MANDIRI) pindah ke tempat baru di Jalan Karangmenjangan 18 A yang kita kenal sampai saat ini dengan nama Sekolah Menengah Analis Kesehatan.
\nDengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 371\/Menkes\/SK\/X\/80 tertanggal 4 Oktober 1980 tenteang Susunan Organisasi Dan Tata Kerja Sekolah Menengah Analis Kesehatan, penyelenggaraan Pendidikan kembali mengalami perubahan. Perubahan-perubahan tersebut secara garis besar adalah sebagai berikut :
\n1.\tNama Pendidikan menjadi Sekolah Menengah Analis Kesehatan
\n2.\tLama Pendidikan : 3 tahun dibagi tingkatan yang masing-masing tingkatan lama pendidikan 1 tahun. Pada akhir tahun ke 3 diadakan ujian untuk memperoleh ijazah : Analis Kesehatan
\n3.\tKurikulum : menggunakan kurikulum Sekolah Menengah Analis Kesehatan tahun 1981 yang diterbitkan dengan surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 64\/Kep\/Diklat\/Kes\/81 tanggal 31 Maret 1981 tentang Penyelenggaran pendidikan pada Sekolah Menengah Analis Kesehatan.
\nKurikulum ini mengalami perbaikan\/penyempurnaan dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 434\/Kep\/Diknakes\/II\/1987 tanggal 31 Januari 1987.
\nPada Bulan Maret 1987 terjadi pergantian Kepala Sekolah di mana Dr. R. Soeharjono Padmodiwirjo memasuki masa pension. Adapun penggantinya adalah Bapak Soejoto.
\nPerlu kami sampaikan di sini bahwa pada era ini boleh disebut \u201cSejarah Baru\u201d, karena Bapak Soejoto ini adalah Alumni Analis Surabaya Tahun 1961 dan merupakan Kepala Sekolah satu-satunya yang berlatar belakang Analis. Bisa dimengerti bilamana beliau mengadakan gebrakan-gebrakan baru dalam pendidikan Analis.
\nSebagai contoh mengadakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
\n\u2022 Pertemuan Guru Sekolah Menengah Analis Kesehatan se Indonesia
\n\u2022 Penyeragaman Kurikulum
\n\u2022 Pertemuan siswa Sekolah Menengah Analis Kesehatan se Indonesia
\n\u2022 Upaya Penerapan Pakaian Seragam Sekolah Menengah Analis Kesehatan
\n\u2022 Upaya Penerapan Lagu Mars ISAS (yang diciptakan oleh Bapak Tjoek Sukiadi, Alumni 1961) menjadi lagu Mars Siswa Analis se Indonesia (terjadi tahun 1988)
\n\u2022 Penerapan Lambang Sekolah Analis secara Nasional
\n\u2022 Menyelenggarakan Program D2 & AKTA II bagi Guru Sekolah Menengah Analis Kesehatan, sebagai persiapan konversi.<\/p>\n

E.\tAkhirnya pada bulan Maret 1995 tongkat kepemimpinan Sekolah beralih kepada Bapak Drs. Mohd. Junus.
\nSama seperti Kepala Sekolah sebelumnya, Bapak Kepala Sekolah yang ini juga berlatar belakang Analis, alumni tahun 1965. Pada era ini juga banyak terjadi perubahan-perubahan baik fisik maupun Edukatip.<\/p>\n

Pada Tahun 1995 Sekolah Menengah Analis Kesehatan Surabaya berubah menjadi Diploma 3 Analis Kesehatan. Pada Tahun 2001 menjadi Politeknik Kesehatan Surabaya. Pada bulan Nopember 2006 sampai dengan bulan Juni 2010 Jurusan Analis Kesehatan dipimpin oleh Ibu Dra. Hj. Wieke Sriwulan, ST MARS M,Kes sebagai Ketua Jurusan. Mulai Bulan Juli 2010 Ketua Jurusan Analis Kesehatan dipimpin oleh Ibu Drh. Diah Titik Mutiarawati, M.Kes dan Pada Tahun 2013-sekaranag Ketua Jurusan Analis Kesehatan Dipimpin Oleh Drs. Edy Haryanto, M.Kes<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"

Sejarah Singkat Tentang Analis Kesehatan SEJARAH SINGKAT SEKOLAH ANALIS DEPKES SURABAYA Awal dari pemikiran untuk membentuk institusi pendidikan yang mendidik tenaga untuk menghasilkan tenaga Analis adalah timbul dari Indonesia di Jakarta. Gagasan ini kemudian ditanggapi oleh Menteri Kesehatan pada waktu itu dengan mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 4864\/Kab. Tertanggal 6 Maret 1951 tentang … <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":1,"comment_status":"open","ping_status":"open","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-267","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analis.poltekkes-surabaya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/267","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analis.poltekkes-surabaya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/analis.poltekkes-surabaya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analis.poltekkes-surabaya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analis.poltekkes-surabaya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=267"}],"version-history":[{"count":15,"href":"https:\/\/analis.poltekkes-surabaya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/267\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":917,"href":"https:\/\/analis.poltekkes-surabaya.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/267\/revisions\/917"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analis.poltekkes-surabaya.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=267"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}